Burung Perkutut Klangenan Selera Baru

Burung Perkutut Klangenan Selera Baru — Masterburungkucai.com. Mendengar nama Geopelia striata, bagi mereka yang bukan peneliti burung tentu belum mafhum. Namun, sekali mendengarkan burung ini bersuara, bisa jadi semua yang mendengar akan sepakat menyebutnya dengan nama burung Perkutut. Ya, burung yang keberadaannya masih kerap terlihat di areal perawahan dan perkebunan ini memiliki suara yang khas. Oleh masyarakat Jawa, ketika burung ini tengah berkicau disebut sedang “manggung”.

Mitos Seputar Perkutut

Burung Perkutut Klangenan Selera Baru

Burung Perkutut Klangenan Selera Baru

Bukan burung sembarangan adalah salah satu predikat yang sempat disematkan untuk burung yang satu ini. Sejak zaman dulu, ketika masa kerajaan, burung Perkutut memang erat dikaitkan dengan hal-hal yang berbau klenik. Kini, ketika kondisi zaman sudah berbeda, memelihara burung Perkutut tak serta merta dihubungkan dengan mitos zaman dulu. Bagi kalangan pehobi, burung Perkutut kini lebih pas disebut sebagai burung klangenan.

“Suara khas perkutut adalah salah satu yang membuat hati ini tenang, orang Jawa mengatakan, suaranya bisa membuat ayem, tentrem. Beda dengan suara burung lainnya, suara perkutut seperti orang nembang jawa, nyinden, suaranya merasuk ke kalbu, bisa membuat kangen,” ujar Supriyadi, salah satu pehobi burung, pensiunan pegawai BUMN.

Burung Perkutut Klangenan Selera Baru

Burung Perkutut Klangenan Selera Baru

Sebelumnya, Pak De, begitu lelaki paruh baya ini akrab disapa, sempat memelihara beberapa jenis burung berkicau, seperti Jalak Suren, Kenari, dan terakhir sebelum menjatuhkan pilihan ke Perkutut, sempat memelihara Kepodang. Bagi Pak De, Perkutut memang pantas disebut sebagai burung Klangenan. Sementara itu, Musdiharjo, salah satu peternak perkutut asal Yogyakarta, sejak tahun 1970 an sudah mulai menangkarkan perkutut jawa dikutip dari tribunjogja

Burung Perkutut Klangenan Selera Baru

Burung Perkutut Klangenan Selera Baru

Seiring waktu berjalan, selain perkutut lokal, ia juga menjadi salah satu breeder perkutut asal thailand atau di pasaran sering disebut perkutut bangkok. Menurut Musdi, semakin berlanggam suara perkutut, maka akan semakin berkualitas. Langgam ini bermacam-macam. Ada yang double dan panjang, ada sekali dan panjang. Ada yang volumenya keras, panjang dan sebaliknya.

Musdi memiliki beberapa kiat khusus agar anak-anak perkutut hasil budidayanya menjadi bakalan perkutut yang suaranya bagus. Hampir sama dengan peternak lainnya, Musdi juga memberikan jamu pada perkututnya.

Harga Burung Perkutut

Burung Perkutut Klangenan Selera Baru

Burung Perkutut Klangenan Selera Baru

“Seperti halnya manusia, perkutu juga kita kasih jamu tradisional. Bisa meracik sendiri pakai madu, kencur, kunir, dan cengkeh,” ungkap Musdi.

arga perkutut masing-masing indukan berbeda tergantung silsilahnya. Seperti yang Musdi miliki, untuk harga anakan umur 2-3 bulan indukan biasa antara Rp 100-500 ribu.

Sementara untuk keturunan indukan dengan silsilah bagus, dengan presati bagus, bisa mencapai Rp 5 juta ke atas.