Sudah Tahu Murai Jawa Atau Manuk Larwo

Sudah Tahu Murai Jawa Atau Manuk LarwoLarwo (Murai Batu Jawa), Copsychus malabaricus ssp. Javanus burung ini, pada masa dahulu pernah mengalami masa jaya, hidup bebas di alam pulau Jawa. Tetapi pada beberapa tahun terakhir ini, populasi burung ini bisa dikatakan nyaris punah. Bahkan tidak diketahui apakah burung ini masih ada atau tidak.

larwo3

Perburuan terhadap burung ini, karena dahulu burung ini termasuk burung yang disukai oleh penggemar burung. Sehingga perburuan yang tidak terkendali menyebabkan burung ini terancam kehidupannya di alam liar. Selain itu akibat perusakan hutan, karena pelebaran areal perkebunan, maupun pelebaran areal pertanian masyarakat pulau Jawa yang semakin bertambah. Habitat burung ini terganggu dan habitat kesukaannya hilang, menyebabkan burung ini harus bersarang di tempat-tempat yang tidak disukainya. Akibatnya perkembangbiakan burung ini di alam tidak berjalan dengan baik.

Populasi burung Larwo ini, diperkirakan hanya tinggal belasan ekor saja. Terakhir ditemukan burung ini pada tahun 2001 di Jawa Tengah, tinggal beberapa ekor saja. Setelah itu hingga saat ini tidak pernah ditemukan lagi. Apakah burung ini sudah punah ?

0

Ciri Fisik Murai Jawa Larwo

Jenis Larwo jantan dan betina sangat mudah di bedakan jika di jejerkan. Karena jantan dan betina mempunyai tingkah lau yang berbeda. Biasanya jantan lebih aktif baik dari segi saat bernyanyi maupun gerakan dalam sangkar. Sangat terlihat tingkah lakunya bila dalam kandang penangkaran. Body secara umum jantan lebih besar. Tatapan maatanya juga lebih galak. Tulang dan jari kakinya lebih besar yang jantan. Itu mungkin ciri umum Larwo jantan dan betina

Tg3

Dari ciri fisik memang lebih kecil dari murai umumnya ekor juga lebih pendek , kalo isian bisa di bilang komplit dan condong lagu pedas . Kekurangan di volume suara di bawah medan.

Berapa Harga Murai Larwo

Untuk Harga di pasaran tidak ada yang bisa mematok pasti, informasi yang kami dapatkan dari beberapa sumber di blog tentang murai batu, ada yang menjual seharga Rp.250.000 saja, namun mengingat populasinya yang sangat jarang anda baiknya beberapa pihak bekerja sama untuk mencoba penangkaran larwo ini, agar kelestariannya tetap terjaga nantinya. Semoga artikel ini bermanfaat, Salam