Burung Murai Kegemukan

Murai Batu Kegemukan ini Solusinya — masterburungkicau.com. Pernahkah anda mendapati tubuh Murai Batu terlihat lebih gemuk dari sebelumnya? Jika iya, anda harus menangani permasalahan itu. Kegemukan pada Murai Batu ternyata membawa kepada keadaan yang tidak baik. Sama halnya seperti kegemukan (obesitas) yang terjadi pada manusia. Kegemukan berpotensi besar terserang penyakit. Beberapa penyakit yang umumnya sering menyerang burung kicauan dengan berat tubuh berlebih :

murai batu7

Penyakit Pada Murai

Penyakit Hati (Lepatic lipidosis)

Ini karena, kegemukan pada burung didorong oleh meningkatnya jumlah lemak dalam tubuhnya. Lemak yang berlebih, apalagi yang berada di sekitar organ hati, akan menurunkan kinerja hati. Jika terus berlanjut, keadaan ini bisa mengakibatkan pendarahan dan permasalahan dalam organ hatinya.

Menjadi malas dan tidak lincah

Disebabkan, bobot tubuhnya tidak diiringi dengan tenaga yang meningkat. Kegemukan menyebabkan burung gampang merasa lapar. Ia akan terus makan dan makan untuk memenuhi kebutuhan kalori yang meningkat. Di saat kekenyangan, burung akan enggan untuk bergerak, Ia lebih memilih berdiam diri di sangkar dan beristirahat. Tingkah laku ini dapat berlanjut dan menjadi kebiasaan bagi burung dan lebih parahnya burung tidak mau berbunyi/ menjadi bisu.

Reproduksi yang bermasalah

Kegemukan juga mempengaruhi nalurinya berkembangbiak. Faktornya adalah akibat naluri birahi yang menurun, sebagian besar menyerang indukan betina. Jikapun telah terjadi pembuahan dalam dirinya, dan memasuki tingkat pembentukan telur. Kegemukan membuat burung rentan terserang egg binding (telur lengket/terjepit), dan tentu akan menyulitkannya untuk mengeluarkan telur bagi indukan betina.

Fenomena kegemukan yang terjadi bagi burung kicauan, dalam hal ini Murai Batu, tidak selalu terjadi begitu saja. Coba ingat-ingat sebelumnya, adakah perubahan pola pakan yang berlebihan anda berikan pada Murai Batu dari biasanya. Atau coba cari tau, jika anda membeli Murai Batu dari pasar, apakah Murai Batu tersebut adalah Murai Batu hasil penangkaran atau Murai batu liar yang diperoleh dari penangkapan di hutan.

Asal muasal Murai Batu perlu untuk diketahui, agar anda bisa lebih menyesuaikan jenis pakannya. Karena Murai Hutan terbiasa dengan pakan alami seperti jangkrik, belalang, ulat. Dan apabila ketika bersama anda tiba-tiba langsung anda beri pakan olahan seperti voer, jelas inilah yang menjadi penyebabnya. Namun terkadang, kegemukan yang terjadi pada Murai Batu bisa karena keadaan Murai Batu itu sendiri. Misalnya, pada saat Murai Batu mengalami masa mabung. Di saat seperti ini Murai batu akan mengurangi aktivitasnya, jadi aktivitas yang dikerjakannya hanya makan dan makan.

Apabila Murai Batu anda menunjukkan gejala kegemukan, atau malah sudah tergolong gemuk. Beberapa cara di bawah ini dapat anda terapkan guna mengatasi permasalahan itu.

Penjemuran

Salah satu dampak positif dilakukan penjemuran adalah mencegah terjadi kegemukan. Penjemuran ini sebenarnya bukan cara utama membakar kalori, tetapi lebih kepada mengurangi nafsu makannya. Coba perhatikan, penjemuran akan membuat Murai Batu banyak minum. Pengaruh sinar cahaya matahari meredakan nafsu makan yang tinggi.

Pemandian

Cara ini juga ampuh mengatasi kegemukan Murai Batu. Pancing Murai Batu untuk banyak mandi. Setelah dilakukan penjemuran nafsu Murai Batu untuk mandi biasanya tinggi. Mandi dalam hal ini untuk membakar lemak dari gerakan-gerakan atau aktivitas pemandian yang ia lakukan.

Perhatikan jenis pakan

Ketika kegemukan melanda, hindari Murai Batu diberi pakan yang mengandung karbohidrat. Pakan olahan seperti voer juga jangan. Pakan yang baik merupakan pakan alami berupa serangga kesukaannya.

Latihan Murai Batu

Sesekali tidak ada salahnya anda terapkan kandang umbaran bagi atasi Murai Batu yang gemuk. Dalam kandang umbaran Murai Batu lebih leluasa untuk bergerak, terbang atau meloncat sana kemari, sekalian latihan untuk membakar lemaknya, ketimbang dalam sangkar yang notabene sempit. Tapi harus diingat, pengalaman dari penghobi, penerapan kandang umbaran mempunyai dampak negatif terhadap kualitas kicauan burung jadi rusak. Oleh karena itu, tidak disarankan dilakukan secara sering. Sekian artikel ini, semoga bermanfaat bagi pembaca