Cacing Tanah Untuk Cucak Ijo

Cacing Tanah Untuk Cucak Ijo — Saat sedang browsing tentang perawatan burung khususnya cucak ijo yang sedang mengalami kendala “malas bunyi”, untuk itu berbagai cara dicoba dan informasi perihal cara yang tepat dan jitu agar Cucak Ijo yang semual malas-malasan, bisa menjadi rajin bunyi syukur-syukur gacor. Selama dalam perawatan yang dilakukan secara normal pastilah timbul pertanyaan kenapa burung Cucak Ijo tidak kunjung rajin bunyi, padahal secara umum perawatan sudah dilakukan sesuai standar perawatan yang sewajarnya dilakukan, seperti cara memberikan makanana, apa saja yang harus diberikan, pemberian Extra Food (EF) yang sesuai seperti misal jangkrik, ulat hongkong (UH) dan lain sebagainya, demikian juga dengan proses memandikan dan penjemurannya, namun demikian, sekalipun hal tersebut sudah dilakukan tetapi tidak ada perubahan yang significant yang terjadi pada Cucak Ijo tersebut.

Cacing Tanah Untuk Cucak Ijo

Cacing Tanah Untuk Cucak Ijo

Pada dasarnya memang ada beberapa penyebab burung tidak mau bunyi dengan rajin, apalagi jika ini terjadi pada Cucak Ijo, karena sebenarnya Cucak Ijo termasuk burung yang mudah bunyi. Adapun penyebab yang kerap terjadi biasanya antara lain adalah; menjelang masa mabung / ganti bulu (molting) yang akan dialami si burung, tetapi Cucak Ijo biasanya, untuk sebagian burung sekalipun sedang mengalami pergantian bulu atau nyulam terkadang masih tetap rajin, walaupun semaunya. Selain molting, penyebab Cucak Ijo tidak mau bunyi juga terkadang karena perawatan yang kurang tepat. Banyak faktor yang dialami oleh si burung perihal perawatan yang menjadi penyebab si burung malas “ngomong” tersebut, heheh.., seperti jarang diberikan EF, Mandi dan Jemur yang tidak teratur dan bahkan hanya seminggu sekali jemur karena “tuannya” sibuk mencari nafkah alias kerja, berangkat gelap pulang gelap… hahah…, pemberian dan penggantian air minum yang terkadang terlupakan dan lain sebagainya.

Jihak hal ini terjadi sebagaimana uraian pada paragraf awal, dengan dasar tersebut maka pastilah kita membutuhkan referensi dan sumber berita yang bisa dijadikan sebagai rujukan untuk membentuk burung Cucak Ijo agar bisa rajin bunyi.

Satu postingan di sebuah media sosial FB, sebagaimana di gambar, tampak sebuah postingan yang disertai gambar seekor cacing tanah dengan penjelasan pertanyaan mengenai manfaat cacing tanah untuk Cucak Ijo, yang intinya apakah ada hal “unik” yang terjadai after pemberian cacing tersebut terhadap si burung tersebut.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pada saat artikel ini kami tulis, banyak juga yang memberikan pendapat atas pengalaman yang dialami pemilik CucaK Ijo tentang pemberian cacing tanah pada burung Cucak Ijo miliknya sebagaimana gambar berikut.

Manfaat dan Kandungan Gizi Cacing Tanah

Cacing Tanah Untuk Cucak Ijo

Cacing Tanah Untuk Cucak Ijo

Bahwa cacing tanah adalah sumberprotein sangat tinggi. Cacing tanah juga mengandung beberapa asam amino dengan kadar yang tinggi. Salah satunya, cacing Lumbricus Rubellus mengandung kadar protein sangat tinggi sekitar 76%. Kadar ini lebih tinggi dibandingkan dagingmamalia (65%) atau ikan (50%).

Cacing tanah termasuk binatang invertebrata (tidak bertulang belakang). Ia hidup di dalam tanah yang gembur danlembab. Lumbricus Rebellus memiliki kandungan nutrisi. Diantaranya mengandungkadar protein sangat tinggi yaitu, sekitar 76 %, protein asam amino berkadar tinggi, 17 % karbohidrat, 45 % lemak dan abu 1,5 %.

Hasil penelitian terhadap cacing tanah menyatakan bahwa cacing tanah memiliki senyawa aktif yang mampu melumpuhkan bakteri patogen, khususnya Eschericia coli berlebih penyebab diare.

Dari hasil laboratorium cacing tanah mengandung :

Tabel 1. Kandungan yang ada dalam cacing

Protein 68%
Asam glutamat 8.98 %
Treonin 3.28%
Lisin 5.16%
Glycine 3.54%

Cacing tanah adalah hewan yang telah hidup dengan bantuan sistem pertahanan mereka sejak fase awal evolusi, oleh sebab itu mereka selalu dapat menghadapi invasi mikroorganisme patogen di lingkungan mereka. Penelitian yang telah berlangsung selama sekitar 50 tahun menunjukkan bahwa cacing tanah memiliki kekebalan humoral dan selular mekanisme. Selain itu telah ditemukan bahwa cairan selom cacing tanah mengandung lebih dari 40 protein dan pameran beberapa aktivitas biologis sebagai berikut: cytolytic, proteolitik, antimikroba, hemolitik, hemagglutinating, tumorolytic, dan kegiatan mitogenic.

Cairan dari selom Eisenia foetida, Eisenia Andrei telah diteliti memiliki sebuah aktivitas antimikroba terhadap Aeromonashydrophila dan Bacillus megaterium yang dikenal sebagai patogen cacing tanah. Setelah itu diperoleh dua protein, bernama Fetidins, dari cairan selom cacing tanah dan menegaskan bahwa aktivitas antibakteri ini disebabkan karena fetidins. Lumbricus rubellus juga memiliki dua agen antibakteri bernamaLumbricin 1 dan Lumbricin 2. Baru-baru ini, dua jenis faktor antibakteri yang mempunyai aktivitas seperti lisozim dengan aktivitas hemolitik serta pengenalan pola protein bernama selom cytolytic faktor (CCF) telah diidentifikasi dalam cacing tanah jenis Eisenia foetida. Lysenin protein yang berbeda dan Eisenia foetida lysenin-seperti protein memiliki beberapa kegiatan yang diberikan cytolytichemolitik, antibakteri dan membran-permeabilizing properti.

Cacing Tanah Untuk Cucak Ijo

Cacing Tanah Untuk Cucak Ijo

Protein yang dimiliki oleh cacingtanah memiliki mekanisme antimikroba yang berbeda dengan mekanisme antibiotik.Antibiotik membunuh mikrorganisme tanpa merusak jaringan tubuh. Antibiotikmembunuh mikroganisme biasanya dengan dua cara, yaitu dengan menghentikan jalur metabolik yang dapat menghasilkan nutrient yang dibutuhkan oleh mikro organisme atau menghambat enzim spesifik yang dibutuhkan untuk mmbantu menyusun dindingsel bakteri. Sedangkan, mekanisme yang dilakukan oleh protein yang dimiliki oleh cacing tanah adalah dengan membuat poridi dinding sel bakteri. Hal ini menyebakan sitoplasma sel bakteri menjadi terpapar dengan lingkungan luar yang dapat mengganggu aktivitas dalam sel bakteri dan menyebabkan kematian. Dengan cara ini, bakteri menjadi lebih susah untuk menjadi resisten karena yang dirusak adalah struktur sel milik bakteri itu sendiri.
Kegunaan

Manfaatnya pada burung adalah sebagai penetral agar CI mampu mendapkan kembali performa yang telah menurun karena suasana sekitar. Selain untuk membuat gacor dan bahkan stamini burung CI akan semakin meningkat, Baca cara memberi cacing pada cucak ijo semoga bermanfaat !!